Grausig, Band Death Metal Yang Bangkit Kembali Dengan EP Terbarunya
Rabu, 12 Juni 2013 14:07 wib
 
 
Fransiscus Eko - berisiknews.com
 
 
 
Grausig, Band Death Metal Yang Bangkit Kembali Dengan EP Terbarunya
 
 
 
BERISIKnews – Band Death Metal legendaris asal Jakarta yang me-nama- kan dirinya “Grausig” akhirnya bangkit dari masa kevakuman mereka yang begitu lama, hampir kira – kira satu dekade / 10 tahun lebih Grausig tidak kedengaran eksistensinya di dunia musik metal Tanah Air. Grausig yang terbentuk pada sekitar akhir tahun 80 an / awal 90 an ini merupakan salah satu pionir dari muncul dan berkembangnya group – group band Death Metal di Tanah Air, oleh karena itu kemunculan kembali mereka dengan formasi James [vokal], Ewox [Bass], Denny [Drum] dan Budi [Gitar] dan berbekal EP terbaru berjudul “In The Name Of All Who Suffered And Died” pasti akan di sambut dengan euphoria yang baik oleh para metalhead yang memang sudah cukup lama menunggu karya – karya Grausig.

EP / Mini album yang di rilis Grausig belum lama ini nampaknya merupakan ajang pemanasan bagi para personil Grausig, karena dari informasi press rilis yang mereka tag di media – media sosial jelas benar kalo Grausig menyatakan akan merilis full album mereka di tahun 2014. Balik ke EP mereka, pada mini album yang berjudul “In The Name Of All Who Suffered And Died” ini Grausig mempersembahkan 1 lagu baru, 4 lagu lama dan 1 intro yang berjudul “The Killing Storm”. Lagu baru yang mereka usung di EP ini adalah “Delusion Of Sebsequent Enslavement”, sementara 4 lagu pelengkap yang mereka rilis ulang adalah : “Curse of Satan” [Feed The Flesh To The Beast – 1996], Father Of The Flesh”[Abandon, Forgotten & Rotting Alone - 1999], Awakened From Isolated Congregation” [Abandon, Forgotten & Rotting Alone - 1999] dan Doomsday” [Feed The Flesh To The Beast - 1996].

Kalau kita simak kembali lagu – lagu yang terdapat di EP Grausig terbaru ini, tidak tampak perubahan yang mereka lakukan terhadap warna musik Death Metal yang mereka usung. Musik keseluruhan di EP ini tetap cadas, liar dan keras seperti musik Grausig di mini album dan album – album mereka sebelumnya, yang patut di acungi jempol adalah sound di musik mereka yang semakin matang dan modern. Kendala yang mereka hadapi saat merekam EP ini seperti kesibukan para personil yang membuat EP ini agak lama dip roses rekamannya nampak sudah terbalas lunas dengan hasil rekaman yang bagus di pandang dari sudut hasil rekaman dan sound mereka ini. Welcome Back Grausig Band “The Jakarta's Death Metal Legend Resurgence”. [@fransiscus_eko]
 
 
Komentar
HeadLine Bolatainment
 
 
 
 
endank soekamti
 
 
ahay