Home » Film
 
 
Proses Syuting Film Proklamator Soekarno Hatta Telah Rampung
Sabtu, 3 Agustus 2013 09:43 wib
 
 
Fransiscus Eko - berisiknews.com
 
 
 
Proses Syuting Film  Proklamator Soekarno Hatta Telah Rampung
 
 
 
BERISIKnews – Film tentang perjuangan proklamator Nasional, Presiden pertama Indonesia, bapak Ir Soekarno di kabarkan sudah selesai proses syutingnya. Film yang di sutradarai oleh hanung Bramantyo ini selesai digarap dalam total waktu 70 hari di lokasi syuting terakhirnya yaitu di Kebon Raya , Bogor, Jumat 26 Juli 2013 kemarin. Selain di sutradarai oleh Sutradara yang berbakat seperti Hanung, Film berlatar belakang perjuangan Bung Karno ini di juga di perkuat oleh para aktor dan aktris yang terkenal sangat berkarakter seperti : Ario bayu sebagai Soekarno, Maudy Koesnady Sebagai Inggit Ganarsih, Lukman sardi sebagai Bung Hatta, Tanta gionting sebagai Sjahrir, Tika Bravani sebagai Fatmawati dan laini – lain. Film yang rencananya akan di rilis pada 12 desember 2013 mendatang ini bercerita tentang perjuangan gigih Soekarno, Hatta dan Sjahrir dalam memerdekakan negara Indonesia plus di bumbui dengan perjalanan cinta Soekarno.

Sinopsis Film Soekarno :

Cerita ini dimulai dengan setting tahun 1929, ketika adanya penyergapan yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda kepada Sukarno. Pada saat itu Sukarno telah memiliki seorang istri bernama Inggit. Dalam masa tahanannya di Penjara Banceuy, Jawa Barat, Bung Karno menulis sebuah buku yang kedepannya menjadi salah satu buku populer yang pernah Ia tulis, yakni "Indonesia Menggugat". Karena tulisan itulah, Sukarno muda di asingkan ke Ende. Dan kisahpun berlanjut ke tahun 1940, pada saat Sukarno dibuang ke Bengkulu. Di kota itulah terjadi awal pertemuannya dengan Fatmawati. Konflik akan terjadi saat Ia menyampaikan niatnya kepada Inggit untuk menikahkan Fatmawati, hingga berujung kepada keretakan rumah tangganya.
Padang menjadi kota selanjutnya yang Ia singgahi pada masa pengasingannya. Hingga masa kolonialisme belanda berakhir dan berganti ke masa pendudukan Jepang di Indonesia. Pada era ini, Sukarno diberikan kesempatan kembali ke Jakarta dan bertemu dengan M. Hatta, Syahrir dan tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan lainnya.Di Jakarta, Ia sering memberikan orasi-orasi kepada romusha dengan izin dari pihak Jepang. Orasi ini pun sebenernya adalah tak-tik yang di gunakan oleh Jepang untuk mengambil simpati rakyat. Dalam masa ini, Ia serta tokoh-tokoh lainnya terlibat aktif dalam BPUPKI dan PPKI. Peta perpolitikan dunia berubah setelah bom di jatuhkan oleh Amerika di Hiroshima dan Nagasaki. Jepang menjadi pihak yang tidak diuntungkan dalam kejadian ini, sehingga pemerintahan Jepang di Indonesia pun bergejolak. Kaum pemuda berinisiatif untuk mengambil langkah dalam upaya mempercepat kemerdekaan Indonesia. Sampai akhirnya terjadilah peristiwa yang menjadi awal lahirnya bangsa Indonesia. Dengan dibacakannya teks proklamasi oleh Sukarno dan Hatta pada 17 Agustus 1945, maka lahirlah bangsa Indonesia, bangsa yang merdeka. [@fransiscus_eko / Sumber : www.filmsoekarno.com]
 
 
Komentar
HeadLine Bolatainment
 
 
 
 
endank soekamti
 
 
ahay