Kisah Singkat, Mengenang Masa Rock & Roll Gito Rollies
Minggu, 3 Agustus 2014 07:53 wib
 
 
administrator - berisiknews.com
 
 
 
Kisah Singkat, Mengenang Masa Rock & Roll Gito Rollies
 
 
 
Gito Rollies pindah ke Jakarta sebab kehidupan grup musik rock di Bandung sebagai barometer musik kareseh-peseh sejak 1975 sudah redup, semaput, tidak ada lagi pertunjukan-pertunjukan yang bisa menghasilkan uang. Kalaupun ada pertunjukan yang dimaksud, maka kegiatan itu disebut oleh anak-anak band Bandung sebagai ”operation thank you”, artinya, setelah habis pertunjukan, panitia hanya cukup mengucapkan ”terima kasih”, zonder honorarium, wassalam.

Hilangnya kegiatan gegap- gempita rock di panggung-panggung karuan membuat anak-anak band itu menelan pil pahit, tenahak, frustrasi. Akibatnya, gejala yang sudah meluas sejak paruh kedua dasawarsa 1960-an adalah anak-anak band itu makin gampang tergoda untuk mencari pelepasan dan kemudian menemukan kesenangan semu lewat narkoba.

Gito Rollies termasuk salah seorang yang tidak kuasa melawan godaan itu. Di dalam grup Rollies sebetulnya bukan dia satu-satunya yang menjadi hamba barang haram itu. Sebelumnya ada Iwan, pemain drum, yang tewas mengenaskan. Ada juga Deddy Stanza, pemain bas, yang bolak-balik diberitakan ditangkap polisi lantas dikurung di bui. gelimang harta dan banjirnya pujaan membuat Gito muda lupa diri. Sempat terjerembab di jurang narkoba. Ketergantungannya terhadap zat psikotropika ini sempat membuat Gito melakukan sebuah tindakan fenomenal di tahun 1967 yaitu mengendarai kendaraan bermotor berkeliling Bandung tanpa mengenakan pakaian sehelai benang pun. [ BERISIKnews - Bobby Revorio ]
 
 
Komentar
HeadLine Bolatainment
 
 
 
 
endank soekamti
 
 
ahay